hampir genap dua minggu saya merasakan kehidupan Jakarta dan Tangerang
begitu terasa perjuangan untuk sebuah nyawa di sini
dari yang kaya hingga yang tak berada
pagi buta jalan telah padat dengan mobil mewah, motor maupun angkutan umum
menandakan hari telah dimulai
di angkutan umum, bus, para pedagang asongan telah berkoar-koar menjajakan dagangannya
tak henti hingga malam tiba
dari penjual makanan hingga penjual sandal jepit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar