Senin, 17 Oktober 2011

Dahsyatnya Berperasaan Positif


Senin (17/10/2011), Alhamdulillah hari ini Saya berhasil mempresentasikan buku "Dahsyatnya Berperasaan Positif" pada HC Meeting Monthly. Antusiasme yang tak disangka-sangka dari peserta meeting.

Mungkin kita telah terbiasa mendengarkan orang-orang yang menyarankan orang lain untuk berpikiran positif. Dan ini adalah tentang bagaimana memiliki perasaan positif. Bagaimanakah contoh perasaan postif dan negatif? Riang, berani, semangat adalah betuk dari perasaan positif. Sedih, marah, murung merupakan contoh dari perasaan negatif. Dari perasaan-perasaan seperti ini munculah pemikiran-pemikiran untuk bertindak. Sehingga antara perasaan, pikiran, tindakan adalah kesatuan yang holistik.

Hasil akhir dari sebuah pikiran adalah tindakan. Maka dari manakah perasaan semuanya bermula?
1. Pengetahuan
Berawal dari kita mengetahui sesuatu, dan kemudian kita memberikan makna pada pengetahuan tersebut. Misal, kita baru mengetahui bahwa kita telah dibohongi oleh seorang sahabat setelah sekian tahun kita mempercayainya. 
Yang terbersit pertama kali setelah mendengar kebenaran itu pastilah perasaan MARAH. Marah adalah bentuk pemberian makna dari pengetahuan kita terhadap suatu peristiwa. 
Pengetahuannya adalah kebohongan sahabat, peristiwanya adalah mendengarkan kebenaran tentang seorang sahabat. Pemberian makna inilah yang dinamakan PERASAAN
2. Imajinasi
Imajinasi kita terhadap masa depan dan masa lalu tentu saja di dalamnya ada makna; perasaan.
Bagaimana kita menyikapi imajinasi adalah bergantung pada keinginan kita sendiri. Apakah kita akan memberikan perasaan positif atau terbelenggu dengan perasaan negatuf.
3. Kenangan
Ada kalanya memori masa lalu mencuat dari folder-folder yang telah kita simpan. Tidak salah jika kita mengingat kembali apa yang pernah terjadi. Yang kita perlukan adalah menyadari bahwa semuanya telah berlalu, agar kita tidak berkutat pada masa lalu. 

Tiga hal di atas adalah sumber-sumber dari perasaan; hal-hal yang mampu membangkitak perasaan. Adapun alur dari sebuah tindakan berasal adalah Pengetahuan, kemudian Perasaan, perasaan menimbulkan Pikiran, dan pikiran menghasilkan tindakan.
Jadi, untuk menghasilkan tindakan positif, maka terlebih dahulu kita harus memiliki perasaan positif.

Bagaimana memiliki perasaan positif
1. Berpikir tenang
Perasaan negatif akan cenderung mudah muncul ketika kita menghadapi sesuatu yang telah menggangu keseimbangan hidup kita, seperti keberlangsungan hidup, cinta, penghargaan. 
Berpikirlah tenang saat menghadapi hal demikian. Tarik napas dalam-dalam, hembuskan perlahan, ambil waktu sejenak sebelum berpikir dan berkata-kata. Bila masih sulit, coba ulangi cara sebelumnya tapi dengan menutupkan mata. Cara ini cukup membantu untuk berpikir tenang.
2. Jaga Cangkir Anda
Perasaan bisa diibaratkan cangkir. Isilah cangkir anda sendiri. Jangan biarkan orang lain menguasai cangkir anda. Karena yang berhak untuk mengisinya adalah anda. Jangan mudah terprovokasi dengan perkataan atau tindakan yang mampu membangkitkan emosi anda.
Jika hal itu terjadi, berarti anda telah membiarkan orang lain menguasai cangkir anda. Dengan kata lain perasaan anda telah dikendalikan oleh orang lain.
3. Reaframing
Pembingkaian ulang terhadap peristiwa yang telah kita hadapi sangatlah perlu. Mencoba memaknai setiap kejadian yang terjadi. Yakinlah pada proses tersebut sesungguhnya kita sendang diajarkan oleh Allah Swt tentang hal berharga di dalamnya.

Melihat sisi positif dari suatu peristiwa memang tidaklah mudah. Namun dengan selalu berada dalam jalurNya dengan sendirinya kita mampu memaknai kasihNya di balik peristiwa.

Jadi, silakan ISI CANGKIRMU DENGAN PERASAAN POSITIF.

(B.Lampung - dalam nafas cinta dari Mu dan pada Mu)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar